Revolusi Industri 4.0 belakangan ini menjadi perbincangan hangat di kancah internasional, Indonesia tak luput dari perbincangan belakangan ini mengenai hal ini, apalagi setelah debat capres sudah menjadi hal yang familiar di telinga kita. Tentunya dalam debat tersebut salah satu pertanyaan yang diajukan oleh tim panelis adalah terkait dengan Revolusi Industri 4.0.

Berbicara tentang Revolusi Industri 4.0, tentunya hal-hal yang ditawarkan tidak hanya positif tetapi juga negatif. Revolusi Industri 4.0 ibarat buah dari simalakama bagi Indonesia dan beberapa negara berkembang lainnya, jika momentum ini kita ambil saat kita belum siap maka kita akan dihancurkan oleh kecanggihannya, namun jika kita melewatkan momentum ini kita mungkin akan tertinggal jauh dan tentunya industri kita akan ditelan oleh industri dari luar yang telah berhasil memanfaatkan momen ini.

Poin yang bisa diambil apakah kita mau atau tidak, siap atau tidak kita akan dilahap oleh revolusi industri yang digagas oleh teknologi canggih seperti artificial intelligence (AI), machine learning, internet of things (iOT) , dan lain-lain. . Dari sini intinya kita harus terus merumuskan strategi menghadapi revolusi ini, semoga rencana yang matang bisa dijadikan alat untuk menghadapi tantangan revolusi Industri 4.0 ini.

Dari sini kami mencoba memecah masalah menjadi 2 bagian yaitu pada bagian pertama yaitu pada tingkat skala kecil yaitu sektor industri kecil, dan bagian kedua adalah sektor pada industri skala besar yang dalam hal ini adalah berkaitan erat dengan pemerintah / negara, baik BUMN maupun industri besar yang telah berinisiatif langsung dengan negara.

Tentunya yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah pada sisi industri kecil atau menengah, karena bukan kapasitas saya untuk membahas industri skala besar atau yang berhubungan langsung dengan pemerintah.

Apa itu Revolusi Industri 4.0

Kita sering mendengar bahwa dengan industri 4.0 tenaga manusia akan digantikan oleh mesin atau robot. Yaps, pernyataan itu cukup untuk menjawab. Revolusi Industri 4.0 sangat erat kaitannya dengan otomasi, di mana semua detail pekerjaan yang sebelumnya dilakukan secara manual diganti dengan teknologi yang sepenuhnya otomatis. Untuk memperjelas, silakan lihat gambar ini dari Kementerian Perindustrian.

Gambar tersebut juga menjelaskan mengenai target industri yang menjadi prioritas untuk memasuki momentum revolusi industri 4.0 ini, antara lain industri makanan dan minuman, industri otomotif, industri kimia, industri elektronik, dan industri tekstil & pakaian jadi.

Mengerikan! Kita coba bahas lagi dengan cara yang lebih sederhana, pasti kita tahu ada makanan karena ada chef yang memasaknya, dengan beberapa resep dicampur dan bahan-bahannya dibuat adonan kemudian dimasak dan menjadi makanan siap santap. Kini di revolusi industri 4.0, ternyata 100 chef bisa diganti hanya dengan 1 mesin.

Gambar diatas adalah penampakan dari Moley Robotics Kitchen, sebuah robot yang dapat memasak apapun yang anda inginkan dan dapat langsung mencuci peralatan masak, robot yang berbasis di Inggris ini diciptakan oleh perusahaan Moley Robotics.

Untuk menggunakan alat ini kita hanya perlu menyediakan bahan baku kemudian melakukan sedikit pemesanan melalui LCD touch screen dan makanan akan diproses secara otomatis dalam waktu singkat.

Nah diatas sedikit gambaran sederhana tentang apa yang terjadi di Industri 4.0, selain dari alat-alat tersebut masih banyak teknologi mengerikan lainnya yang mendukung jalannya Industri 4.0, seperti contoh otomatisasi layanan pelanggan pada penyedia digital yaitu kecerdasan buatan, yang digunakan untuk menawarkan produk- rekomendasi produk, dll. yang semuanya dijalankan oleh satu mesin atau program.

Tantangan Pelaku Industri Kecil Revolusi Industri 4.0 menghasilkan transformasi yang sangat cepat, bentuk-bentuk teknologi di industri lama sengaja dihancurkan (diperbaharui) dan diganti dengan teknologi terkini, sistem bisnis baru, dan model kerja baru.

bahwa di ketahui, dulu industri berbasis retail sangat berkembang, namun kini telah digantikan oleh e-commerce, surat kabar atau media cetak yang biasanya langganan kini didukung oleh industri media berbasis digital / online. , ojek sudah diganti go-jek, SMS diganti Whatsapp, 3D Printing menggantikan industri manufaktur, bahkan mata uang konvensional sudah diganti dengan Bitcoin atau Cryptocurrency. Melihat hal tersebut, terutama industri kecil, bahkan industri besar yang tidak mampu menghadapi momentum tersebut tentu akan kisruh.

Akselerasi industri 4.0 tentunya berdampak buruk bagi para pelaku industri yang tidak segera mencoba dan bersiap berjuang untuk menaklukkan teknologi terkini. Kesenjangan ekonomi dan sosial akan terjadi ketika pelaku usaha akhir-akhir ini berhasil menguasai pasar, akibat perkembangan media online, media cetak akan mengalami penurunan permintaan, tingkat kepercayaan konsumen terhadap tukang ojek konvensional akan meningkat. oleh kredibilitas tukang ojek online (gojek, grab, dll).

Mempertajam Pandangan Kecanggihan teknologi Industri 4.0 tidak bisa diragukan lagi, bahkan pengoperasiannya seringkali tidak dapat kita wujudkan. Ingatlah ketika kita mendaftar Facebook, awalnya kita dimintai data pribadi yang lengkap, mulai dari nama, tanggal lahir, tempat tinggal, dan lain-lain.

Seiring berjalannya waktu terkadang kita diberikan pertanyaan seperti hobi, latar belakang pendidikan, dan hal-hal lain yang bersifat privasi, dari sinilah kita menyadari bahwa data pribadi ini akan diolah dan nantinya digunakan sebagai alat untuk menawarkan produk / iklan dari Facebook. Iklan Facebook. ). Teknologi Facebook mampu membaca pengguna mana yang paling berpotensi ditawari produk tertentu berdasarkan data pribadi yang kami berikan sebelumnya.

Di sisi lain, algoritma Artificial Intelligence Bukalapak, Tokopedia dan beberapa marketplace lainnya mampu membaca perilaku pengguna yang sering membuka produk tertentu, dimana nantinya produk tersebut akan ditampilkan kembali sebagai produk yang direkomendasikan. Bahkan, digunakan oleh Google untuk menampilkan iklan yang relevan dengan aktivitas kita sambil berselancar di berbagai platform online.

Teknologi lain seperti pengiriman email otomatis biasa digunakan oleh penyedia digital dengan jumlah klien yang banyak, seperti Niagahoster sebagai salah satu penyedia hosting terbaik di Indonesia yang berhasil meraih predikat pangsa pasar terbesar.

Perusahaan hosting sebesar Niagahoster pada umumnya menerapkan sistem pengiriman email otomatis penuh, dimana ketika ingin melakukan penawaran ke klien, Anda hanya perlu memuat email satu kali lalu mendistribusikannya ke ribuan klien dengan cara yang ditargetkan, berikut ini sebuah praktik Manajemen Hubungan Pelanggan otomatis, karena hal itu tidak mungkin dilakukan dengan ribuan klien. kemudian perusahaan mengirimkan email satu per satu, yang tentunya akan menghabiskan banyak waktu dan biaya.

Contoh otomasi di atas tentunya akan memberikan banyak keuntungan bagi perusahaan karena target pasar dapat dibidik dengan ketelitian yang tinggi sehingga dapat menjual produk sesuai dengan targetnya.

Kita bayangkan, hanya dengan menyematkan sebaris kode pemrograman, raksasa teknologi itu bahkan bisa menggantikan peran pemasar yang andal, tidak perlu mendistribusikan brosur di sana-sini, memasang iklan baris di koran, menghabiskan pulsa telepon, dll. Masih manual pemasarannya. relevan? Mengingat lebih dari separuh penduduk Indonesia sudah menggunakan gadget.

Kolaborasi

Bagi pelaku Industri yang merasa Industri 4.0 adalah momok, ada baiknya sekarang mulai merenungkan dan merumuskan strategi. Memang dalam menghadapi revolusi industri 4.0 diperlukan peran pemerintah / pemerintah yang intens agar cakupan keberhasilannya dapat dirasakan secara merata, namun kesan tersebut kemungkinan besar tidak akan muncul jika masing-masing pelaku industri tidak melek teknologi. dan mengejar ketinggalan sejauh ini.

Pembangunan yang masif diperlukan agar setiap komponen industri baik kecil maupun besar mampu memiliki kepercayaan diri memasuki era Industri 4.0. Perkembangan Start-Up yang pesat harus menjadi pompa semangat bagi kami para pelaku industri untuk lebih meningkatkan kapabilitas perusahaan. Perlu kita ingat bahwa sekarang adalah era kolaborasi, jika salah satu vendor taksi terbesar di Indonesia dikabarkan berinisiatif dengan sebuah perusahaan transportasi online, kenapa tidak?

Kemajuan yang semakin meningkat di bidang Start-Up menjanjikan manfaat yang cukup besar bagi setiap pelaku industri yang ingin berkolaborasi, dukungan teknologi yang memadai dan up-to-date menjadi penunjang utama berdirinya sebuah StartUp. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk membuka diri lebih luas untuk menjangkau kembali dengan bekerja sama.

Go Online

Menguji Revolusi Industri 4.0 memang bukan perkara sepele, bahkan persiapan paling ringan pun harus dipenuhi. Salah satu bagian penting yang harus dimiliki industri mana pun adalah mengelola konten perusahaan. Jika perusahaan Anda berbasis penjualan, maka salah satu hal yang harus Anda lakukan adalah memamerkan produk Anda secara online. Dengan menempatkan produk secara online maka target pasar akan berkembang, tentunya diharapkan target penjualan juga meningkat.

Begitu juga jika perusahaan Anda bergerak di bidang jasa, produksi, retail, dan lainnya. Jadi website merupakan salah satu langkah awal agar produk kita lebih dikenal masyarakat luas. Manfaat lain ketika Anda menggunakan situs web adalah Anda dapat melacak seberapa besar pengguna Anda, dari wilayah mana, dan seperti apa pangsa pasar yang didominasi, serta berbagai fitur lain yang dapat kami gunakan untuk mengumpulkan data yang kami butuhkan untuk penjualan.

Ini kembali ke point sebelumnya yaitu bekerjasama dengan pihak yang mampu menjawab kebutuhan perusahaan kita lebih awal. Misal, untuk bisa mendapatkan website berperforma tinggi kita membutuhkan server atau hosting terbaik, kita bisa menggunakan layanan Niagahoster sebagai No 01 di Indonesia untuk menjawab tantangan tersebut. Kalau kita UKM, hal ini sejalan dengan salah satu program Niagahoster yaitu memberikan hosting khusus bagi para pelaku UKM dengan begitu banyak manfaat yang bisa didapat.

Kita tidak perlu khawatir dengan database yang besar karena semua paket Niagahoster memberikan keuntungan Unlimited Database. Hal ini penting karena pertimbangan kami untuk menyimpan data seperti data klien, data penjualan, dll perlu disimpan di tempat penyimpanan yang besar.

Kesadaran untuk menempatkan perusahaan kita secara online perlu ditanamkan secepatnya, karena dalam persaingan pasar yang tidak menentu ini kita perlu mengetahui bagaimana perkembangan karakteristik calon konsumen, dan hal ini dapat terekam melalui Teknologi Online (Website).

Begitu kita memiliki website, kita bisa berkolaborasi dengan teknologi lain untuk melakukan periklanan digital, baik melalui platform Google maupun Facebook. Kemudian terapkan strategi email marketing, whatsapp marketing, dan berbagai sumber teknologi lainnya yang mampu mengiringi kemajuan Revolusi Industri 4.0, tentunya dengan tingkat otomasi yang jauh lebih tinggi daripada strategi yang selama ini kita lakukan secara manual.

Konsep Revolusi Industri 4.0 tidak akan ada artinya jika kita tidak mulai mempersiapkan, peran pemerintah juga sangat penting, tetapi kita tidak boleh hanya menjadi penonton belaka. Kita harus ingat bahwa penciptaan Google raksasa dimulai dengan bengkel mobil dan beberapa baris kode, kuncinya adalah berani memulai dan mencoba.

Author :Juspan Saputra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!